Sabtu, 21 Desember 2013

Di Keterbatasan Tuhan Memberikan Keajaiban




Tak kusadari bahwa aku berbeda dengan orang lain
Aku dilahirkan tak sempurna seperti temanku yang lainnya
Aku tak dapat melihat indahnya bumi
Aku tak dapat melihat terangnya cahaya.

Olok-olokan dari temanku  kuterima setiap hari
Walau kusadari, ini semua tidak akan berubah
Walau aku berusaha teriak sekencang-kencangya
Walau suaraku sampai ke ujung dunia
Semua ini tak pernah berubah.

Maaf aku sungguh tak bersyukur melihat keadaanku ini
Kujalani hidup yang gelap ini, bagai berjalan dilangit yang mendung tiada cahaya
Kehidupan ini terus berjalan
Tak ada kompromi bagi makhluk yang lemah sepertiku
Aku harus berubah menjadi orang yang berguna
Aku tak ingin menyusahkan orang lain
Aku tak ingin dianggap sampahdan aku ingin membahagiakan orang tua ku.

Dengan sepuluh jari ini
Aku coba menjebol sejarah
Aku coba memainkan dawai-dawai gitar
Mencoba memainkan alunan melodi yang indah
Walau pada awalnya aku merasa ini tak mudah.

Dengan semangat ku yang berkobaran bak api yang melalap bangunan
Aku bisikkan pada hatiku, “aku bisa”
Sungguh aku merasa tuhan itu adil
Walaupun tuhan mengambil penglihatanku
Tuhan tidak mengambil tangan dan mataku.

Mungkin aku tak dapat melihat  bangunan yang indah, taman yang berbunga
Ataupun sinar matahari yang indah
Aku cukup mendengarkan melodi petikan dawai gitarku
Beralunan merdu menghidupkan semangat jiwaku.

Ketika aku masih kecil guruku pernah bertanya pada kami
Aku dan teman sekelasku.
Guruku bertanya
Bangunan apa saja yang termasuk keajaiban-keajaiban dunia?
Taj Mahal, Greet Wall, Menara Eiffel, Piramida.

Ketika pertanyaan itu diajukan padaku
Aku ganti bertanya pada guruku
Mengapa kita harus mencari keajaiban-keajaiban dunia yang jauh keberadaanya dari kita?
 Apakah kita tidak menyadari kejaiban-keajaiban itu ada pada diri kita?
Keajaiban yang tidak bisa dibuat manusia.
Keajaiban bagiku adalah;
Mata untuk melihat,
Kaki untuk berjalan,
Dan Hidung untuk bernapas.

Bagiku Tuhan memberikan banyak kejaiban untuk kita
Dan dua kejaiaban yang paling aku syukuri ada pada diriku yaitu;
Tangan untuk memetik gitar dan telinga untuk mendengar melodi dari gitarku.
Andai kedua keajaiban itu taka da pada diriku
Entah bagaimana aku bisa menghadapi hidup ini
Mungkin aku dianggap seperti kaleng rongsokan yang tak berguna

Maafkan aku Tuhan, dulu aku tak  bersyukur  pada-Mu
Janganlah Engkau ambil keajaiban-keajaiban itu dariku
Dengan keajaiban  yang Engkau berikan
Biarkanlah aku hidup menghabiskan sisa hidupku
Satu kalimat yang dapat aku ucapkan  pada-Mu
Terima kasih Tuhan, Terima kasih Tuhan
Tanpa-Mu aku tidak bisa hidup.




1 komentar:

  1. keren blog dan artikel nya gan, coment dan folows back ya

    BalasHapus