Jumat, 21 Februari 2014

Dinno Patti Djalal, Meniti Langkah Jalan Kehidupan




Dino Patti Djalal. Lahir di Beograd Yugoslavia, 10 September 1965. Berlatar belakang  sebagai seorang diplomat, aktivis muda, akademisi dan juga penulis buku best seller nasional. Dino, nama panggilannya merupakan putra dari pasangan Hasyim Djalal (ayah) dan Jurni (ibu). Ayahnya Hasyim Djalal  merupakan seorang diplomat ternama di Indonesia.  Seperti kata pepatah “ Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Dino juga mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang diplomat yang tak kalah pamornya dengan ayahnya. Dino Patti Djalal menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat sejak tahun 2000 sampai saat ini.
            Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Politik KBRI Washington dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri ini menempuh pendidikannya di SD dan  SMP  Al-Azhar. kemudian dia melanjutkan pendidikan ke McLean High School, Amerika Serikat. S1 di Carleton university, Kanada, S2 di Simon Frazer University, Kanada dan gelar doktor bidang Hubungan Internasional di London School for Economic and Political Science di Inggris.
            Sebagai seorang anak diplomat, dini tumbuh besar di Amerika Serikat. Tempat dimana ayahnya bekerja. KBRI merupakan tempat yang menjadi saksi bisu akan kisah hidupnya.  Pekrjaan sebagai tukang cuci piring pernah ia lakukan. Terkadang dia membantu orang-orang yang bekerja di gudang KBRI. Sebagai anak dari seorang diplomat. Dino kecil tidak sungkan untuk bekerja sambilan. Di AS banyak remaja yang mengambil kerja sambilan dengan bersekolah. Setelah lebih dewasa Dino pernah menjajal profesi seperti Pelatih tenis, koki di restoran, penjaga tiket bioskop maupun asisten dosen. Dari penghasilannya Dino dewasa mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia adalah pria mandiri yang tidak suka merengek-rengek kepada orang tua untuk meminta uang. Pengalaman kerja membuat Dino bertanggung jawab, menghargai aturan, disiplin, dan kalkulatif.
`           Karier politiknya dimulai pada tahun 1978 dengan bergabung dalam Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. Ia juga pernah ditugaskan ke Dili, London dan Washington DC sebelum ditunjuk menjadi Direktur Hubungan Politik Amerika Utara pada tahun 2002. dan pengalaman yang sangat berharga dalam bidang politik adalah ia pernah menjadi juru bicara presiden. Pada posisi ini dia mengembangkan kemampuan akan  analisa, berpidato, speech writing, lobbying, dan leadership. Dino mendapatkan kemampuannya dengan susah payah dengan berlatih,  tidak ada yang instan dan kemampuan itu bukanlah kemampuan alami yang ia miliki.
            Sebagai seorang politisi sekaligus seorang diplomat. Dino menelurkan beberapa karya yang patut untuk dibaca antara lain buku yang berjudul “The Geopolitics of Indonesia's Maritime Territorial Policy”, “Transforming Indonesia”, “Indonesia on the Move”, “Harus Bisa!”  dan “Energi Positif”  yang diterbitkan tahun 2009. Dan beberapa artikel lain baik domestic dan Internasional karyanya dimuat di media massa.
            Dari perjalanan hidupnya patut kita contoh, dari seorang anak diplomat yang pernah menjadi pencuci piring di KBRI AS dan sekarang menjadi orang nomer satu di KBRI AS. Dedikasinya terhadap Negara mengantarkan Dino menjadi diplomat yang ternama di negeri Paman Sam, etos kerjanya , prinsip hidupnya patut kita contoh dan kita ceritakan kepada anak cucu kita. Dan kata yang paling penting yang diucapkan Dino adalah menjadi diri sendiri, "Define yourself; don't let others define you," begitu ucap Dino.
           

0 komentar:

Posting Komentar