Tak kusadari bahwa aku
berbeda dengan orang lain
Aku dilahirkan tak
sempurna seperti temanku yang lainnya
Aku tak dapat melihat
indahnya bumi
Aku tak dapat melihat
terangnya cahaya.
Olok-olokan dari
temanku kuterima setiap hari
Walau kusadari, ini
semua tidak akan berubah
Walau aku berusaha
teriak sekencang-kencangya
Walau suaraku sampai ke
ujung dunia
Semua ini tak pernah
berubah.
Maaf aku sungguh tak
bersyukur melihat keadaanku ini
Kujalani hidup yang gelap
ini, bagai berjalan dilangit yang mendung tiada cahaya
Kehidupan ini terus
berjalan
Tak ada kompromi bagi
makhluk yang lemah sepertiku
Aku harus berubah
menjadi orang yang berguna
Aku tak ingin
menyusahkan orang lain
Aku tak ingin dianggap
sampahdan aku ingin membahagiakan orang tua ku.
Dengan sepuluh jari ini
Aku coba menjebol
sejarah
Aku coba memainkan
dawai-dawai gitar
Mencoba memainkan
alunan melodi yang indah
Walau pada awalnya aku
merasa ini tak mudah.
Dengan semangat ku yang
berkobaran bak api yang melalap bangunan
Aku bisikkan pada
hatiku, “aku bisa”
Sungguh aku merasa
tuhan itu adil
Walaupun tuhan
mengambil penglihatanku
Tuhan tidak mengambil
tangan dan mataku.
Mungkin aku tak dapat
melihat bangunan yang indah, taman yang
berbunga
Ataupun sinar matahari
yang indah
Aku cukup mendengarkan
melodi petikan dawai gitarku
Beralunan merdu
menghidupkan semangat jiwaku.
Ketika aku masih kecil
guruku pernah bertanya pada kami
Aku dan teman sekelasku.
Guruku bertanya
Bangunan
apa saja yang termasuk keajaiban-keajaiban dunia?
Taj
Mahal, Greet Wall, Menara Eiffel, Piramida.
Ketika pertanyaan itu
diajukan padaku
Aku ganti bertanya pada
guruku
Mengapa
kita harus mencari keajaiban-keajaiban dunia yang jauh keberadaanya dari kita?
Apakah
kita tidak menyadari kejaiban-keajaiban itu ada pada diri kita?
Keajaiban yang tidak
bisa dibuat manusia.
Keajaiban bagiku
adalah;
Mata untuk melihat,
Kaki untuk berjalan,
Dan Hidung untuk
bernapas.
Bagiku Tuhan memberikan
banyak kejaiban untuk kita
Dan dua kejaiaban yang
paling aku syukuri ada pada diriku yaitu;
Tangan untuk memetik
gitar dan telinga untuk mendengar melodi dari gitarku.
Andai kedua keajaiban
itu taka da pada diriku
Entah bagaimana aku
bisa menghadapi hidup ini
Mungkin aku dianggap
seperti kaleng rongsokan yang tak berguna
Maafkan aku Tuhan, dulu
aku tak bersyukur pada-Mu
Janganlah Engkau ambil
keajaiban-keajaiban itu dariku
Dengan keajaiban yang Engkau berikan
Biarkanlah aku hidup
menghabiskan sisa hidupku
Satu kalimat yang dapat
aku ucapkan pada-Mu
Terima kasih Tuhan,
Terima kasih Tuhan
Tanpa-Mu aku tidak bisa
hidup.






keren blog dan artikel nya gan, coment dan folows back ya
BalasHapus