Abu
Ja’far Muhammad
Ibnu Musa al-Khwarizmi (780-850 M) berasal dari Laut aral di Asia Tengah. Beliau
adalah orang yang pertama kali menjelaskan tentang konsep Aljabar. Beliau menulis buku yang berjudul al jabr
wal Muqabala, dalam bukunya tersebut
beliau menjelaskan konsep persamaan linier dan kuadrat. al-Jabr ( akar dari kata “Algebra” dalam
Bhs Inggris dan Aljabar dalam Bhs
Indonesia) yang merupakan perpindahan bentuk negatif dari sebuah persamaan dari sisi lain untuk menjadi bentuk positif. al-muqabalah mengacu pada penghapusan
bentuk persamaan positif dari kedua sisi persamaan. Kata al-Jabr
kemudian dipakai sebagai cabang dari
matematika. Nama beliau kemudian dikenal juga sebagai Algorithm atau algoritma.
Dalam Matematika, Algoritma diartikan sebagai sederetan aturan atau prosedur
yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Dalam
perkembangannya al-Khwarizmi merupakan matematikawan muslim yang berpengaruh
dalam penulisan buku yang membahas tentang metode penyelesaian persamaan
aljabar.
Al-Khwarizmi mengkategorikan 5 tipe bentuk
persamaan kuadrat, antara lain:
Pengkategorian
bentuk persamaan tersebut dikategorikan tanpa menambahkan koefisien negatif
ataupun nol. Prosedur yang digagas oleh
al-Khwarizmi digunakan dalam penyelesaian persamaan kuadrat ataupun persamaan linier
dalam matematika. Contoh penerapan al-jabr,
disederhanakan menjadi
. Untuk contoh penerapan al-muqabalah sebagai berikut,
disederhanakan menjadi 
Kontribusi terbesar yang diberikan di dunia
matematika oleh Khwarizmi yaitu tentang penjelasan angka nol. Terilhami dari
buku india kuno yang berjudul “The opening of the Universe” . Ini membuka kesempatan dalam penemuan baru di dunia
matematika. Penggunaan angka romawi kuno tidak memungkinkan dalam pengembangan
aljabar. Dengan sistem penggunaan penomoran hindu 1-9 dan 0 yang kemudian
dikenal dengan penomoran hindu-arab
al-khwarizmi dapat mengembangkan ilmu seperti aljabar. Beliau memberikan
kontribusi berupa ide yang digunakan pada pengembangan geometri di Yunani dan
digunakan sebagai dasar oleh sekolah-sekolah zaman sekarang.
Akan tetapi dalam penemuan angka nol,
tidaklah mudah untuk diterima matematikawan. Angka nol tidak dapat dibuktikan dengan matematikawan itu sendiri. Teks indian
kuno menjelaskan bahwa hasil pembagian nol dari nol adalah nol
, sedangkan Khwarizmi
tahu bahwa pembagian nol dari nol tidaklah mungkin. Dan pada akhirnya beliau
sampai pada kesimpulan bahwa keberadaan nol haruslah diterima tanpa dibuktikan.
Selain menjadi seorang matematiakan beliau juga seorang ahli filsafat. Berdasarkan
pengalaman beliau memahami angka nol, beliau melaporkan kepada Khalifah
al-Ma’mun (khalifah Abbas) yang berisi tentang ketauhidan.
Selain
mendalami bidang matematika, al-Khwarizmi memberikan kontribusi penting di
dunia astronomi, geografi (dasar rekonstuksi planetarium, dan penanggalan
kalender yahudi. Setelah 700 tahun setelah kematian beliau. Matematikawan eropa
menggunakan dasar ilmu Khwarizmi. Kontribusinya membantu perkembangan ilmu-ilmu
modern saat ini dan tidak akan terlupakan.
Daftar
Pustaka:
The
Macmiland Science Library,2002 “Encyclopedi of Mathematics” New York.