This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 25 Oktober 2013
MENGAJAR DALAM KETERBATASAN, KISAH GURU SM3T UNY
KISAH FEBY KRISTIFANY GURU SM3T DI MOLUTANGGA FLORES
Molutangga merupakan sebuah desa yang kurang lebih ditempuh dalam waktu 2 jam dari kota Ende, menggunakan truk kayu sampai percabangan. Dari jalan raya masih sekitar 5 km masuk ke dalam. Jalan menuju desa tersebut masih tanah dan batu-batu lepas, dan harus melewati dua sungai yang kadang ketika banjir tidak bisa dilewati. Penduduk desa tersebut 100% beragama Katolik. Di desa tersebut berdiri sebuah SD yaitu SDN Molutangga, sebuah SD yang berada di tengah-tengah perbukitan yang baru 2 tahun berdiri.
“SD inilah yang menjadi tempat mengabdiku dalam program SM-3T. Di sinilah tempatku mengabdi kepada negaraku dengan mencerdaskan kehidupan bangsa.” Demikian cerita Feby Kristifany, guru SM3T yang ditempatkan di SDN Molutangga, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
SDN Molutangga merupakan sekolah baru yang memiliki gedung masih sangat darurat, yaitu terbuat dari bilik bambu, beralaskan tanah, beratap sebagian jerami dan sebagiannya dari seng. Hanya ada lima ruangan yang berukuran kurang lebih 4x4 m2, ruangan yang sangat sempit untuk mendapatkan pembelajaran yang ideal.
“Miris rasanya ketika menginjakkan kaki pertama di sini, bangku murid yang sangat memprihatinkan, yang ternyata bangku-bangku itu mereka bawa sendiri dari rumah. Beberapa murid yang orang tuanya tidak dapat membuatkan bangku maka harus menumpang di bangku temannya,” kata Feby Kristifany.
“Bahkan kursi yang diduduki guru pun meminjam kursi milik kapela. Bertambah miris rasanya ketika sudah ada kapur di tangan melihat papan tulis yang sudah berlubang di mana-mana. Mata anak-anak didiku itu dipaksa melihat tulisan di papan tulis yang menjadi terlihat samar-samar.”
Di desa Molutangga, sekolah memang belum menjadi sebuah kebutuhan, bahkan anak-anak itu masih hilang muncul dalam absennya. Gadis yang akrab dipanggil Fany tersebut berusaha menghadirkan mereka ke sekolah, bahkan hingga mendatanggi rumah mereka satu persatu dan menjemputnya ke sekolah. Ada yang mau, tapi tidak sedikit juga yang lari sembunyi. Hilang munculnya mereka bukan hanya karena belum ada keinginan untuk sekolah, namun juga muncul dari faktor orang tua.
“Kadangkala orang tua datang kepadaku dan meminta ijin anaknya tidak masuk sekolah karena harus membantu orang tuanya di sawah, di kebun, bahkan tubuh yang mungil itu harus membantu orang tuanya di hutan yang ditempuh dalam pendakian dengan jarak 5 km. Ketika pulang mereka menyunggi kayu dari hutan untuk dijual. Bayangkan jika tubuh kecil itu harus menyunggi beban di kepalanya seberat ±15 kg menuruni hutan.”
Awalnya Fany mengaku sangat sulit untuk dekat dengan mereka karena kemampuan bahasa Indonesia mereka yang sangat lemah, namun lama-lama komunikasi itu terjalin. “Saya mulai bisa berbahasa Lio Ende dan mereka mulai mengerti bahasa-bahasa Indonesia, walaupun kadang mereka tertawa terbahak-bahak jika saya mengeluarkan kata dalam bahasa Indonesia yang tidak pernah mereka dengar, dan saya harus menjelaskan arti kata-kata itu,” kata Fany.
Ketiadaan sarana dan prasarana memang tidak dipungkiri sangat mengganggu proses belajar mengajar. Minim sekali buku, hanya guru saja yang mempunyai buku. Itu saja sebatas buku paket satu buah. Seorang guru sampai dalam 1 semester ini belum pernah mengajar Kewarganegaraan gara-gara tidak ada buku. Beruntung sekali ketika itu bantuan buku dari UNY sampai di sekolah, walaupun tidak mencakup semua mata pelajaran, namun buku-buku kiriman itu betul-betul sangat membantu.
Semester lalu ada LKS, namun harganya 15 ribu satu buah, harga yang sangat tinggi untuk orang tua siswa, sehingga LKS itu tidak mampu terbeli. Akibatnya guru harus menulis di papan tulis dan siswa mencatat. Dengan kemampuan baca dan tulis siswa yang masih belum maksimal, hal ini sangat menyita waktu. Dua orang anak kelas 5 masih mengeja untuk membaca. Untuk menulis pun mereka masih bekerja sangat keras. Kadang guru masih mengajarkan baca dan tulis yang baik untuk kelas tinggi.
Menurut Kepala Sekolah SDN Molutangga, Benyamin Fera, daya tangkap dan daya ingat mereka lemah. Hal ini karena asupan makanan yang jauh dari 4 sehat 5 sempurna. Berawal dari kata-kata itu, Fany berinisiatif menyuruh para siswa untuk membawa telur satu orang satu telur setiap Sabtu untuk mereka makan bersama agar mendapat asupan makanan bergizi. Ketika di rumah, satu telur biasa untuk 4 sampai 5 orang.
Alumni Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY tersebut mengungkapkan bahwa sampai saat ini yang masih susah untuk diubah adalah kesadaran mereka akan kebersihan diri terutama mandi pagi ketika sekolah dan sikat gigi. “Untuk itu, setiap pulang sekolah saya harus berpesan agar besok mereka mandi, dan untuk setiap jumat mereka diwajibkan membawa sikat gigi untuk menyikat gigi bersama,” kata Fany.
Setiap pagi Fany memeriksa kuku dan memotong kuku siswa satu persatu bagi yang masih panjang-panjang. “Mereka memberi saya banyak pengalaman yang mungkin tidak akan kutemui di tempatku berasal. Jagung, kopi, kacang mete, jeruk bali, jeruk lemon, dan kemiri kadang mereka berikan pada saya di sekolah, bahkan kadang ada yang mengantarkan ke rumah. Suatu kenangan indah ketika saya mengajarkan membuat pesawat terbang dari kertas, lalu kami lari ke atas bukit dan menerbangkannya bersama-sama. Terima kasih Tuhan..., Engkau telah mengirim saya ke sini,” tutup Fany
Rabu, 20 Februari 2013
Sabtu, 08 Desember 2012
BEASISWA DATA PRINT
Partisipasi DataPrint dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia tidak henti-hentinya. Di tahun 2009, DataPrint pernah mengadakan program DataPrint Academy yang memberikan kesempatan kepada 30 orang pelajar SMA dari seluruh Indonesia untuk mengikuti workshop selama lima hari di bidang kreatifitas dan entrepreneurship. Kemudian di tahun 2011, sebanyak 700 orang pelajar dan mahasiswa telah menerima beasiswa pendidikan dengan total ratusan juta rupiah. Para penerima beasiswa berasal dari Pekanbaru, Bandung, Jakarta, Ponorogo, Kendari, Martapura, Dumai, Malang, dan lain-lain.
Tahun ini, DataPrint kembali membuka program beasiswa bagi 700 orang pelajar dan mahasiswa. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu di sini!
http://www.dataprint.co.id/
|
PERIODE
|
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
|
||
| @ Rp 1.000.000 | @ Rp 500.000 | @ Rp 250.000 | |
| Periode 1 |
50 orang
|
50 orang
|
250 orang
|
| Periode 2 |
50 orang
|
50 orang
|
|
Jumat, 28 September 2012
Tata Cara Shalat Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallaam 1
Rabu, 16 Mei 2012
cabang pembagian ilmu matematika
2) Geometri.Ilmu yang membahas bentuk, bidang, dan ruang suatu benda (terutama luas dan volume). Insinyur dan arsitek yang kompeten pasti menguasai cabang Matematika ini.
3) Aljabar.Manipulasi operasi arimatika untuk mencari suatu nilai yang tidak diketahui (biasanya dinyatakan dalam variabel x dan y). Ahli komputer dan programming termasuk mereka yang wajib menguasai aljabar. Bahkan ketika kecil, Einstein mulai belajar matematika dari Aljabar ini.
4) Trigonometri.Cabang matematika yang didedikasikan untuk mempelajari semua properti pada segitiga (terutama sudut dan sisi) beserta manipulasinya. Trigonometri juga harus dikuasai oleh para insinyur dan arsitek.
5) Kalkulus (deret, limit, turunan, differensial, dan integral).Insinyur & ilmuwan wajib menguasai ini dalam belajar matematika. Ilmu kalkulus mempelajari laju perubahan sesuatu, penjumlahan sesuatu yang banyak sekali menuju suatu nilai pasti, sampai pendekatan yang luar-biasa akurat untuk menghitung sesuatu yang "nyaris" mustahil dipecahkan untuk dihitung menggunakan operasi matematika biasa
Biografi al-khwarizmi
Beliau telah dilahirkan di Bukhara. Pada tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad.
PENDIDIKAN
Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi ialah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas. Pengetahuan dan kemahiran beliau bukan sahaja meliputi bidang syariat tapidi dalam bidang falsafah, logik, aritmetik, geometri, muzik, kejuruteraan, sejarah Islam dan kimia. Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropah. Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory iaitu tempat menekuni belajar matematik dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercayai memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan
India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia Pelbagai Disiplin.
Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang mula-mula memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematik dan menghasilkan konsep-konsep matematik yang begitu popular sehingga digunakan pada zaman sekarang.
- Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
- Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematik dan telah mengemukakan 800 buah soalan yang sebahagian daripadanya merupakan persoalan yamng dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
- Sistem Nombor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem nombor pada zaman sekarang.
- Sistem Nombor : ia telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin iaitu De Numero Indorum.
- ‘Mufatih al-Ulum’ : yang bermaksud beliau adalah pencinta ilmu dalam pelbagai bidang.
- Al-Jami wa al-Tafsir bi Hisab al-Hind : Karya ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin oleh Prince Boniopagri.
- Al-Mukhtasar Fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Pada tahun 820M dan ia mengenai algebra.
- Al-Amal bi’ Usturlab’
- Al-Tarikh
- Al-Maqala Fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabilah.
Setiap tokoh mempunyai sifat ketokohannya yang tersendiri. Ketokohan al-Khawarizmi dapat dilihat dari dua sudut iaitu dari bidang matematik dan astronomi. Namun bidang matematik akan diperjelaskan secara terperinci berbanding astronomi kerana ia melibatkan kajian yang dikaji. Dalam bidang matematik, al-Khawarizmi telah memperkenalkan aljabar dan hisab. Beliau banyak menghasilkan karya-karya yang masyhor ketika zaman tamadun Islam. Antara karya-karya yang beliau hasilkan ialah ‘Mafatih al-Ulum’. Sistem nombor adalah salah satu sumbangan dan telah digunakan pada zaman tamadun Islam. Banyak kaedah yang diperkenalkan dalam setiap karya yang dihasilkan. Antaranya ialah kos, sin dan tan dalam trigonometri penyelesaian persamaan, teorem segitiga sama juga segitiga sama kaki dan mengira luas segitiga, segi empat selari dan bulatan dalam geometri. Masaalah pecahan dan sifat nombor perdana dan teori nombor juga diperkenalkan. Banyak lagi konsep dalam matematik yang telah diperkenalkan al-khawarizmi sendiri.
Bidang astronomi juga membuatkan al-Khawarizmi dikenali pada zaman tamadun Islam. Astronomi dapat ditakrifkan sebagai ilmu falaq [pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang]. Seawal kurun ketiga lagi lagi, al-Khawarizmi telah menghasilkan dua buah yang salah satu daripadanyatelah diterjemahkan ke Bahasa Latin dan memberi pengaruh besar ke atas Muslim dan orangSpanyol dan Kristian. Penggunaan matematik dalam astronomi sebelum tamadun Islam amat sedikit dan terhad. Ini disebabkan oleh kemunduran pengetahuan matematik yang terhad kepada pengguna aritmetik dan geometri sahaja.
Peribadi al-Khawarizmi
Keperibadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam dan juga Barat. Al-Khawarizmi telah dianggap sebagai sarjana matematik yang masyhur oleh orang Islam dan ia diperakui oleh orang Barat. Ini dapat dibuktikan bahawa G.Sartonmengatakan “pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah doperolehi oleh orang-orang Timur….” Maka temasuklah al-Khawarizmi itu sendiri. Al-Khawarizmi patu disanjungi kerana beliau adalah seorang yang pintar. Menurut Wiedmann pula berkata….’ al-Khawarizmi mempunyai personaliti yang teguh dan seorang yang bergeliga sains’. Setiap apa yang dinyatakan oleh penulis, ini telah terbukti bahawa al-Khawarizmi mempunyai sifat keperibadian yang tinggi dan sekaligus disanjung oleh orang Islam.
Strategi Pengislaman Sains Matematik
Pengislaman sains matematik seharusnya berlandaskan dengan beberapa perkara iaitu, ia hendaklah berlandaskan tauhid, syariah dan akhlak. Ini kerana ia perlu bagi tokoh-tokoh yanh beragama Islam supaya melaksanakan setiap pekerjaan atau tugasan yang mengikut undang-undang Islam.
- Tauhid
- Syariah
- Akhlak
Cabang Matematika
Antara cabang yang diperkanalkan oleh al-Khawarizmi seperti geometri, algebra, aritmetik dan lain-lain. GeometriIa merupakan cabang kedua dalam matematik. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat[The Elements] hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ bererti bumi dan ‘metri’ bererti sukatan. Dari segi ilmunya pula geometri itu adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubung dengan magnitud dan sifat-sifat ruang. Geometri ini mula dipelajari sejak zaman firaun [2000SM]. Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Grik sebagai satu sains dedukasi dalam kurun ke6SM. Seterusnya sarjana Islam telah mengemaskanikan kaedah sains dedukasi ini terutamanya pada abad ke9M. Algebra/aljabarIa merupakan nadi untuk matematik algebra. Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropah pada abad ke-12. sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M. Sebelum ini tak ada istilah aljabar.
Sumber: Blog Zainuri
S










