This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 25 Oktober 2013

MENGAJAR DALAM KETERBATASAN, KISAH GURU SM3T UNY

Pagi itu, masih melewati deburan ombak yang membawa sang mentari mengalun naik, dari Gunung Inerie, sinarnya memancar. Pukul 07.00 WIT sudah terasa panas. Bergairah kali ini ia akan menemui kelas. Berharap pengalaman pertamanya memberikan tapak yang tak mudah terlupa. Tibalah di depan gapura sekolah. Tulisan SMP Negeri 3 Aimere menempel di pintu utama sekolah. Bangunan SMP itu adalah bangunan yang dibuat atas kerjasama negara Australia dan Indonesia lewat program block grant.
Bangunannya rapi dan cukup bersih dengan lantai keramik. Berada di tanjakan desa Keligejo dan lebih tepatnya di dukuh Nunumeo. Kalimat selamat pagi, silahkan duduk, bagaimana kabar kalian, siapa yang tidak hadir hari ini, menjadi kalimat yang harus fasih dikatakan setiap harinya. Dipandangi wajah muridnya satu persatu. Tatapan murid-muridnya tak beralih, ada yang senyum, ada pula yang terlalu fokus melihat, dan ada yang berbicara lirih. Inilah kesan pertama Tri Wulan Rahayu, guru SM3T Universitas Negeri Yogyakarta yang ditempatkan di SMP Negeri 3 Aimere, Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur.
SM-3T atau  Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal yang merupakan bagian dari program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia yang diprakarsai oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam program ini, para sarjana pendidikan direkrut, dipersiapkan, dan diterjunkan di wilayah pengabdian. Selain mengajar, mereka juga melakukan kegiatan kemasyarakatan.
“Di sini harus keras, Ibu. Kalau tidak anak-anak akan seenaknya sendiri. Anak-anak di sini agak susah, kemampuan menangkapnya rendah, otak-otak lambat. Saya beritahu saja, Ibu,” kata Albertus Aedisius Mogo, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Aimere. Ketika gadis desa Karang Nongko, Jarum, Bayat, Klaten tersebut memperkenalkan diri dan menyebut alamat rumahnya, banyak murid yang heran mendengar alamat itu.
“Akhirnya saya menyebut bahwa rumah saya dekat dengan rumah Pak Jokowi,” kata Tri Wulan Rahayu. “Memang hanya beberapa siswa yang mengenal mantan Walikota Solo tersebut, maklum karena hanya beberapa tempat yang telah terjamah listrik, sedang selebihnya banyak yang hanya bercahayakan pelita. Tempat saya mengajar belum ada listrik.”
Kemarau panjang membuat desa ini miskin air, pantas bila guru-guru mengeluh mencium bau tidak sedap ketika mengajar, karena ada beberapa murid yang tidak mandi. Beberapa rumah adat dan rumah permanen beratapkan seng berdiri, makam dengan nisan keramik mematung di samping kanan dan kiri rumah . Kandang-kandang babi dengan atap daun ilalang dan lontar juga turut menghiasi pekarangan rumah Desa Keligejo. Tri Wulan Rahayu tinggal di sini selama setahun bersama dua guru SM3T yang lain.
Alumni Jurusan Pendidikan Biologi ini memancing muridnya di kelas VIII dengan pertanyaan tentang cita-cita mereka. “Ketika saya katakan tentang cita-cita, mimik murid-murid berubah,” ucap Tri Wulan Rahayu. “Memang saya sedikit memaksa mereka untuk menimbulkan ke permukaan tentang impian mereka di masa depan.”
Dan ternyata beberapa murid perempuan ingin menjadi perawat dan murid paling pintar, Fani, bercita-cita menjadi guru, sedang beberapa murid laki-laki selain ingin menjadi tentara juga ada yang ingin menjadi pemain bola seperti idola mereka masing-masing. Ada sebuah cita-cita yang menarik yang ditemui Tri Wulan Rahayu ketika memasuki kelas VII A. Fandrianus Bengu, yang biasa dipanggil teman-temannya dengan nama Fandi itu dengan lugas dan lantang mengatakan cita-citanya ingin menjadi sopir otto.
Otto adalah angkutan umum di Flores yang merupakan truk diberi atap serta kursi yang menyerupai bis, lazim juga disebut bis kayu. Ketika Tri Wulan Rahayu bertanya mengapa, oleh Fandi dijawab ingin keliling Flores. Padahal medan lintasan Flores adalah jalan yang sangat curam, sempit, bertebing, dan banyak jurang serta berkelok-kelok. Memang mereka adalah anak-anak kampung dengan segala keterbatasannya.
Di kala anak-anak yang lain telah mengenal gadget dan segala kemewahan teknologi, anak-anak Aimere ini baru melihat tiang listrik yang baru ditanam di tanah. Walaupun begitu, mereka tak patah arang, pikiran mereka begitu membentang luas dan mendalam. Cita-cita mereka tak kalah besar dan tinggi dengan anak-anak Jawa yang punya segalanya.
“Walaupun hanya belajar dengan pelita, kita tetap belajar kok, Ibu. Seperti Ibu bilang, kita harus tetap belajar, membaca, dan menulis, kan?,” ucap Yano, salah satu murid sepulang sekolah. “Teruslah bersekolah, teruslah belajar, teruslah menulis, agar kalian nanti menggapai sebuah cita yang kalian ucapkan tadi. Aimere akan sangat bangga, mempunyai guru, polwan, polisi, perawat, bidan, atau tentara seperti kalian nanti,” tutup Tri Wulan Rahayu. (Dedy)
Label Berita: 

KISAH FEBY KRISTIFANY GURU SM3T DI MOLUTANGGA FLORES


Molutangga merupakan sebuah desa yang kurang lebih ditempuh dalam waktu 2 jam dari kota Ende, menggunakan truk kayu sampai percabangan. Dari jalan raya masih sekitar 5 km masuk ke dalam. Jalan menuju desa tersebut masih tanah dan batu-batu lepas, dan harus melewati dua sungai yang kadang ketika banjir tidak bisa dilewati. Penduduk desa tersebut 100% beragama Katolik. Di desa tersebut berdiri sebuah SD yaitu SDN Molutangga, sebuah SD yang berada di tengah-tengah perbukitan yang baru 2 tahun berdiri.
“SD inilah yang menjadi tempat mengabdiku dalam program SM-3T. Di sinilah tempatku mengabdi kepada negaraku dengan mencerdaskan kehidupan bangsa.” Demikian cerita Feby Kristifany, guru SM3T yang ditempatkan di SDN Molutangga, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
SDN Molutangga merupakan sekolah baru yang memiliki gedung masih sangat darurat, yaitu terbuat dari bilik bambu, beralaskan tanah, beratap sebagian jerami dan sebagiannya dari seng. Hanya ada lima ruangan yang berukuran kurang lebih 4x4 m2, ruangan yang sangat sempit untuk mendapatkan pembelajaran yang ideal.
“Miris rasanya ketika menginjakkan kaki pertama di sini, bangku murid yang sangat memprihatinkan, yang ternyata bangku-bangku itu mereka bawa sendiri dari rumah. Beberapa murid yang orang tuanya tidak dapat membuatkan bangku maka harus menumpang di bangku temannya,” kata Feby Kristifany.
“Bahkan kursi yang diduduki guru pun meminjam kursi milik kapela. Bertambah miris rasanya ketika sudah ada kapur di tangan melihat papan tulis yang sudah berlubang di mana-mana. Mata anak-anak didiku itu dipaksa melihat tulisan di papan tulis yang menjadi terlihat samar-samar.”
Di desa Molutangga, sekolah memang belum menjadi sebuah kebutuhan, bahkan anak-anak itu masih hilang muncul dalam absennya. Gadis yang akrab dipanggil Fany tersebut berusaha menghadirkan mereka ke sekolah, bahkan hingga mendatanggi rumah mereka satu persatu dan menjemputnya ke sekolah. Ada yang mau, tapi tidak sedikit juga yang lari sembunyi. Hilang munculnya mereka bukan hanya karena belum ada keinginan untuk sekolah, namun juga muncul dari faktor orang tua.
“Kadangkala orang tua datang kepadaku dan meminta ijin anaknya tidak masuk sekolah karena harus membantu orang tuanya di sawah, di kebun, bahkan tubuh yang mungil itu harus membantu orang tuanya di hutan yang ditempuh dalam pendakian dengan jarak 5 km. Ketika pulang mereka menyunggi kayu dari hutan untuk dijual. Bayangkan jika tubuh kecil itu harus menyunggi beban di kepalanya seberat ±15 kg menuruni hutan.”
Awalnya Fany mengaku sangat sulit untuk dekat dengan mereka karena kemampuan bahasa Indonesia mereka yang sangat lemah, namun lama-lama komunikasi itu terjalin. “Saya mulai bisa berbahasa Lio Ende dan mereka mulai mengerti bahasa-bahasa Indonesia, walaupun kadang mereka tertawa terbahak-bahak jika saya mengeluarkan kata dalam bahasa Indonesia yang tidak pernah mereka dengar, dan saya harus menjelaskan arti kata-kata itu,” kata Fany.
Ketiadaan sarana dan prasarana memang tidak dipungkiri sangat mengganggu proses belajar mengajar. Minim sekali buku, hanya guru saja yang mempunyai buku. Itu saja sebatas buku paket satu buah. Seorang guru sampai dalam 1 semester ini belum pernah mengajar Kewarganegaraan gara-gara tidak ada buku. Beruntung sekali ketika itu bantuan buku dari UNY sampai di sekolah, walaupun tidak mencakup semua mata  pelajaran, namun buku-buku kiriman itu betul-betul sangat membantu.
Semester lalu ada LKS, namun harganya 15 ribu satu buah, harga yang sangat tinggi untuk orang tua siswa, sehingga LKS itu tidak mampu terbeli. Akibatnya guru harus menulis di papan tulis dan siswa mencatat. Dengan kemampuan baca dan tulis siswa yang masih belum maksimal, hal ini sangat menyita waktu. Dua orang anak kelas 5 masih mengeja untuk membaca. Untuk menulis pun mereka masih bekerja sangat keras. Kadang guru masih mengajarkan baca dan tulis yang baik untuk kelas tinggi.
Menurut Kepala Sekolah SDN Molutangga, Benyamin Fera, daya tangkap dan daya ingat mereka lemah. Hal ini karena asupan makanan yang jauh dari 4 sehat 5 sempurna. Berawal dari kata-kata itu, Fany berinisiatif menyuruh para siswa untuk membawa telur satu orang satu telur setiap Sabtu untuk mereka makan bersama agar mendapat asupan makanan bergizi. Ketika di rumah, satu telur biasa untuk 4 sampai 5 orang.
Alumni Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY tersebut mengungkapkan bahwa sampai saat ini yang masih susah untuk diubah adalah kesadaran mereka akan kebersihan diri terutama mandi pagi ketika sekolah dan sikat gigi. “Untuk itu, setiap pulang sekolah saya harus berpesan agar besok mereka mandi, dan untuk setiap jumat mereka diwajibkan membawa sikat gigi untuk menyikat gigi bersama,” kata Fany.
Setiap pagi Fany memeriksa kuku dan memotong kuku siswa satu persatu bagi yang masih panjang-panjang. “Mereka memberi saya banyak pengalaman yang mungkin tidak akan kutemui di tempatku berasal. Jagung, kopi, kacang mete, jeruk bali, jeruk lemon, dan kemiri kadang mereka berikan pada saya di sekolah, bahkan kadang ada yang mengantarkan ke rumah. Suatu kenangan indah ketika saya mengajarkan membuat pesawat terbang dari kertas, lalu kami lari ke atas bukit dan menerbangkannya bersama-sama. Terima kasih Tuhan..., Engkau telah mengirim saya ke sini,” tutup Fany

Rabu, 20 Februari 2013

tutorial daftar dropbox

Sabtu, 08 Desember 2012

BEASISWA DATA PRINT

http://beasiswadataprint.com/

Partisipasi DataPrint dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia tidak henti-hentinya. Di tahun 2009, DataPrint pernah mengadakan program DataPrint Academy yang memberikan kesempatan kepada 30 orang pelajar SMA dari seluruh Indonesia untuk mengikuti workshop selama lima hari di bidang kreatifitas dan entrepreneurship. Kemudian di tahun 2011, sebanyak 700 orang pelajar dan mahasiswa telah menerima beasiswa pendidikan dengan total ratusan juta rupiah. Para penerima beasiswa berasal dari Pekanbaru, Bandung, Jakarta, Ponorogo, Kendari, Martapura, Dumai, Malang, dan lain-lain.
Tahun ini, DataPrint kembali membuka program beasiswa bagi 700 orang pelajar dan mahasiswa. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu di sini!
http://www.dataprint.co.id/
PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000 @ Rp 500.000 @ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
250 orang
Periode 2
50 orang
50 orang

Jumat, 28 September 2012

Tata Cara Shalat Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallaam 1

Menghadap Kiblat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berdiri untuk sholat fardhu atau sholat sunnah, beliau menghadap Ka’bah. Beliau memerintahkan berbuat demikian sebagaimana sabdanya kepada orang yang sholatnya salah:“Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhu’mu, kemudian menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah.” (HR. Bukhari, Muslim dan Siraj).
Tentang hal ini telah turun pula firman Allah dalam Surah Al Baqarah : 115: “Kemana saja kamu menghadapkan muka, disana ada wajah Allah.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah sholat menghadap Baitul Maqdis, hal ini terjadi sebelum turunnya firman Allah: “Kami telah melihat kamu menengadahkan kepalamu ke langit. Kami palingkan kamu ke kiblat yang kamu inginkan. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu ke sebagian arah Masjidil Haram.” (QS. Al Baqarah : 144).
Setelah ayat ini turun beliau sholat menghadap Ka’bah.
Pada waktu sholat subuh kaum muslim yang tinggal di Quba’ kedatangan seorang utusan Rasulullah untuk menyampaikan berita, ujarnya, “Sesungguhnya semalam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mendapat wahyu, beliau disuruh menghadap Ka’bah. Oleh karena itu, (hendaklah) kalian menghadap ke sana.” Pada saat itu mereka tengah menghadap ke Syam (Baitul Maqdis). Mereka lalu berputar (imam mereka memutar haluan sehingga ia mengimami mereka menghadap kiblat). (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Siraj, Thabrani, dan Ibnu Sa’ad. Baca Kitab Al Irwa’, hadits No. 290).
Berdiri
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu atau sunnah berdiri karena memenuhi perintah Allah dalam QS. Al Baqarah : 238. Apabila bepergian, beliau melakukan sholat sunnah di atas kendaraannya. Beliau mengajarkan kepada umatnya agar melakukan sholat khauf dengan berjalan kaki atau berkendaraan.
“Peliharalah semua sholat dan sholat wustha dan berdirilah dengan tenang karena Allah. Jika kamu dalam ketakutan, sholatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Jika kamu dalam keadaa aman, ingatlah kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan kepada kamu yang mana sebelumnya kamu tidak mengetahui (cara tersebut).” (QS. Al Baqarah : 238).
Menghadap Sutrah (Pembatas)
Sutrah (pembatas yang berada di depan orang sholat) dalam sholat menjadi keharusan imam dan orang yang sholat sendirian, sekalipun di masjid besar, demikian pendapat Ibnu Hani’ dalam Kitab Masa’il, dari Imam Ahmad.
Beliau mengatakan, “Pada suatu hari saya sholat tanpa memasang sutrah di depan saya, padahal saya melakukan sholat di dalam masjid kami, Imam Ahmad melihat kejadian ini, lalu berkata kepada saya, ‘Pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu!’ Kemudian aku memasang orang untuk menjadi sutrah.”
Syaikh Al Albani mengatakan, “Kejadian ini merupakan isyarat dari Imam Ahmad bahwa orang yang sholat di masjid besar atau masjid kecil tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Jika dia terus memaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia karena dia ditemani oleh setan.” (HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)).
Beliau juga bersabda:
“Bila seseorang di antara kamu sholat menghadap sutrah, hendaklah dia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya.” (HR. Abu Dawud, Al Bazzar dan Hakim. Disahkan oleh Hakim, disetujui olah Dzahabi dan Nawawi).
Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri sholat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri shalat dekat sutrah (pembatas) yang jarak antara beliau dengan pembatas di depannya 3 hasta.” (HR. Bukhari dan Ahmad).
Adapun yang dapat dijadikan sutrah antara lain: tiang masjid, tombak yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang setinggi pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
sumber :http://ibnujafar86.wordpress.com/2008/02/19/tata-cara-shalat-rasulullah-shallallaahualaihi-wasallaam-1/

Rabu, 16 Mei 2012

cabang pembagian ilmu matematika

1) Arimatika.Semua hal tentang tambah, kurang, kali, bagi. Cabang Matematika yang paling sering digunakan dalam hidup ini, bahkan oleh orang yang tidak suka Matematika sekalipun!

2) Geometri.
Ilmu yang membahas bentuk, bidang, dan ruang suatu benda (terutama luas dan volume). Insinyur dan arsitek yang kompeten pasti menguasai cabang Matematika ini.

3) Aljabar.
Manipulasi operasi arimatika untuk mencari suatu nilai yang tidak diketahui (biasanya dinyatakan dalam variabel x dan y). Ahli komputer dan programming termasuk mereka yang wajib menguasai aljabar. Bahkan ketika kecil, Einstein mulai belajar matematika dari Aljabar ini.

4) Trigonometri.
Cabang matematika yang didedikasikan untuk mempelajari semua properti pada segitiga (terutama sudut dan sisi) beserta manipulasinya. Trigonometri juga harus dikuasai oleh para insinyur dan arsitek.

5) Kalkulus (deret, limit, turunan, differensial, dan integral).
Insinyur & ilmuwan wajib menguasai ini dalam belajar matematika. Ilmu kalkulus mempelajari laju perubahan sesuatu, penjumlahan sesuatu yang banyak sekali menuju suatu nilai pasti, sampai pendekatan yang luar-biasa akurat untuk menghitung sesuatu yang "nyaris" mustahil dipecahkan untuk dihitung menggunakan operasi matematika biasa

Biografi al-khwarizmi

Nama sebenar al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff.  Al-Khawarizmi telah dikanali di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliaulah yang menemukan Al Jabru wal Mukobala. (penjabaran dan penyelesaian). Di nama latinkan menjadi Aljabar.
Beliau telah dilahirkan di Bukhara.  Pada tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi.  al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M.  Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M.  Sumber lain menegaskan beliau di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad. 

PENDIDIKAN 
Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi ialah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas.  Pengetahuan dan kemahiran beliau bukan sahaja meliputi bidang syariat tapidi dalam bidang falsafah, logik, aritmetik, geometri, muzik, kejuruteraan, sejarah Islam dan kimia. Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropah.  Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.  Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory iaitu tempat menekuni belajar matematik dan  astronomi.  Al-Khawarizmi juga dipercayai memimpin perpustakaan khalifah.  Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan
India pada dunia Islam.  Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia Pelbagai Disiplin.
 

Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang mula-mula memperkenalkan aljabar dan hisab.  Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematik dan menghasilkan konsep-konsep matematik yang begitu popular sehingga digunakan pada zaman sekarang.
PERANAN DAN SUMBANGAN AL-KHAWARIZMI  Gelaran Al-KhawarizmiGelaran Al-Khawarizmi yang dikenali di Barat ialah al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-karismi, al-Goritmi atau al-Gorism.  Nama al-gorism telah dikenali pada abad pertengahan.  Negara Perancis pula al-Gorism  muncul sebagai Augryam atau Angrism.  Negara Inggeris pula ia dikenali sebagai Aurym atau Augrim. Sumbangan Al-Khawarizmi Melalui KaryaSumbangan hasil karya beliau sendiri, antaranya ialah :
  1. Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
  2. Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematik dan telah mengemukakan 800 buah soalan yang sebahagian daripadanya merupakan persoalan yamng dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
  3. Sistem Nombor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem nombor pada zaman sekarang.
Ini adalah contoh-contoh sebahagian beliau yang telah dihasilkan dalam penulisan karya dan ia telah menjadi popular serta dipelajari oleh semua masyarakat yang hidup di dunia ini.  Hasil Karya Al-Khawarizmi Sepertimana yang telah kita ketahui, Al-Khawarizmi dapat menghasilkan karya-karya agong dalam bidang matamatik.  Hasil karya tersebut terkenal pada zaman tamadun Islam dan dikenali di Barat.Antara hasil karya yang telah beliau hasilkan ialah :
  1. Sistem Nombor : ia telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin iaitu De Numero Indorum.
  2. ‘Mufatih al-Ulum’ : yang bermaksud beliau adalah pencinta ilmu dalam pelbagai bidang.
  3. Al-Jami wa al-Tafsir bi Hisab al-Hind : Karya ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin oleh Prince Boniopagri.
  4. Al-Mukhtasar Fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Pada tahun 820M dan ia mengenai algebra.
  5. Al-Amal bi’ Usturlab’
  6. Al-Tarikh
  7. Al-Maqala Fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabilah. 
Ketokohan al-Khawarizmi 
Setiap tokoh mempunyai sifat ketokohannya yang tersendiri.  Ketokohan al-Khawarizmi dapat dilihat dari dua sudut iaitu dari bidang matematik dan astronomi.  Namun bidang matematik akan diperjelaskan secara terperinci berbanding astronomi kerana ia melibatkan kajian yang dikaji. Dalam bidang matematik, al-Khawarizmi telah memperkenalkan aljabar dan hisab.  Beliau banyak menghasilkan karya-karya yang masyhor ketika zaman tamadun Islam.  Antara karya-karya yang  beliau hasilkan ialah ‘Mafatih al-Ulum’.  Sistem nombor adalah salah satu sumbangan dan telah digunakan pada zaman tamadun Islam. Banyak kaedah yang diperkenalkan dalam setiap karya yang dihasilkan.  Antaranya ialah kos, sin dan tan dalam trigonometri penyelesaian persamaan, teorem segitiga sama juga segitiga sama kaki dan mengira luas segitiga, segi empat selari dan bulatan dalam geometri.  Masaalah pecahan dan sifat nombor perdana dan teori nombor juga diperkenalkan.  Banyak lagi konsep dalam matematik yang telah diperkenalkan al-khawarizmi sendiri. 
Bidang astronomi juga membuatkan al-Khawarizmi dikenali pada zaman tamadun Islam.  Astronomi dapat ditakrifkan sebagai ilmu falaq [pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang]. Seawal kurun ketiga lagi lagi, al-Khawarizmi telah menghasilkan dua buah yang salah satu daripadanyatelah diterjemahkan ke Bahasa Latin dan memberi pengaruh besar ke atas Muslim dan orangSpanyol dan Kristian. Penggunaan matematik dalam astronomi sebelum tamadun Islam amat sedikit dan terhad.  Ini disebabkan oleh kemunduran pengetahuan matematik yang terhad kepada pengguna aritmetik dan geometri sahaja. 
Peribadi al-Khawarizmi 
Keperibadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam dan juga Barat.  Al-Khawarizmi telah dianggap sebagai sarjana matematik yang masyhur oleh orang Islam dan ia diperakui oleh orang Barat.  Ini dapat dibuktikan bahawa G.Sartonmengatakan “pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah doperolehi oleh orang-orang Timur….”  Maka temasuklah al-Khawarizmi itu sendiri. Al-Khawarizmi patu disanjungi kerana beliau adalah seorang yang pintar. Menurut Wiedmann pula berkata….’ al-Khawarizmi mempunyai personaliti yang teguh dan seorang yang bergeliga sains’.  Setiap apa yang dinyatakan oleh penulis, ini telah terbukti bahawa al-Khawarizmi mempunyai sifat keperibadian yang tinggi dan sekaligus disanjung oleh orang Islam. 
Strategi Pengislaman Sains Matematik
Pengislaman sains matematik seharusnya berlandaskan dengan beberapa perkara iaitu, ia hendaklah berlandaskan tauhid, syariah dan akhlak.  Ini kerana ia perlu bagi tokoh-tokoh yanh beragama Islam supaya melaksanakan setiap pekerjaan atau tugasan yang mengikut undang-undang Islam. 
  1. Tauhid
Tauhid merupakan landasan falsafah matematik Islam sepertimana dengan ilmu-ilmu Islam yang lain.  Mengikut matlamat  Islam, semuanya Ayyatullah [tanda-tanda Allah iaitu symbol kebesaran, kewujudan dan keEsaan Tuhan.  Ungkapan yang wujud sewajarnya mencorakkan kegiatan matematik.  Setiap falsafah dan epistemology sains matematik kita tidak harus diterima bulat-bulat tanpa syarat. 
  1. Syariah
Berasaskan kepada undang-undang yang mengenali tindak tanduk masyarakat.  Keharmonian dan tanggungjawab kepada umat dan hak diri.  Dari sudut ini, ahli matematik Islam yang cuba menyelesaikan masaalah yang melibatkan perbuatan hukum syariah seperti judi, riba dan mencabar kebenaran hakiki daripada agama samawi untuk memperkukuhkan lagi Institusi.  Oleh itu, matematik Islam hendaklah berkembang selari dengan keperluan manusia dan perkembangan ini juga harus di dalam sudut syariah. 
  1. Akhlak
Ciri-ciri akhlak mulia hendaklah disemaikan kedalam matematik dan juga ia perlu dimasukkan kedalam ilmu-ilmu Islam yang lain agar manusia dapat menerapkan nilai murni.  Ilmu yang dipelajari contahnya akhlak yang terdapat dalam bidang matematik ini adalah penemuan aljabar yang melambangkan keadilan.  Ini kerana keadilan itu dituntut oleh agama Islam itu sendiri.  Melalui asas pradigma tauhid dan sya’iyah itu dapat memperkukuhkan lagi pembinaan akhlak. 
Cabang Matematika 
Antara cabang yang diperkanalkan oleh al-Khawarizmi seperti geometri, algebra, aritmetik dan lain-lain.  GeometriIa merupakan cabang kedua dalam matematik.  Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat[The Elements] hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ bererti bumi dan ‘metri’ bererti sukatan.  Dari segi ilmunya pula geometri itu adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubung dengan magnitud dan sifat-sifat ruang.  Geometri ini mula dipelajari sejak zaman firaun [2000SM].  Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Grik sebagai satu sains dedukasi dalam kurun ke6SM.  Seterusnya sarjana Islam telah mengemaskanikan kaedah sains dedukasi ini terutamanya pada abad ke9M. Algebra/aljabarIa merupakan nadi untuk matematik algebra.  Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropah pada abad ke-12.  sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M.  Sebelum ini tak ada istilah aljabar.

Sumber: Blog Zainuri